Hari ini saya mau mengangkat salah satu cerita seseorang yang saya yakini juga sering sekali di alamin perempuan lain di luar sana. Sebut saja kisah ini kisah si mawar. Dan saya akan menceritakan kisah mawar ini dengan sebutan "saya".
Oke.. kita mulai saja ya cerpen nya...
Hai.. saya adalah perempuan cuek, tidak peka atau lebih tepatnya tidak mau peka dengan siapa yang mendekati saya, saya suka dengan kesibukan dan saya lebih asyik mengurusi kerjaan . Saya bisa menjadi egois ketika mempunyai tujuan, saya moodyan ketika jenuh dan capek, dan saya pernah menjalin hubungan dengan laki laki cukup lama dan saya dikecewakan dengan laki laki tersebut karna urusan masalah orang ke 3.
Saya mempunyai kelemahan yaitu ketika saya sayang dengan seseorang. Semua sifat dan sikap saya menjadi keterbalikannya. Rasa sayang saya terhadap keluarga, rasa sayang terhadap teman teman terdekat dan terutama rasa sayang saya terhadap orang yang saya cintai.
Saya mempunyai pengalaman yang membuat enggan membahas, yaitu dalam hal percintaan. setelah di kecewakan laki laki berulang kali, membuat saya takut untuk jatuh cinta kembali. Membuat saya lebih enggan untuk menjalin suatu hubungan untuk beberapa waktu yang belun saya tentukan. Sehingga saya memilih cuek dan tidak peka terhadap laki laki yang mungkin mendekati saya. Tahunan berlalu dan saya masih tetap memilih sendiri. Sampai di suatu saat saya menemukan seseorang laki laki yang membuat saya sangat tertarik. Cuek, dingin, misterius susah di tebak tapi... sebetulnya dia manis dan romantis. Bertemu di salah satu tempat di bilangan jakarta, pertama kali melihat saya langsung suka dengan gesture tubuhnya yang menunjukan sikap keterbukaan dengan orang baru, cara bicaranya membuat saya nyaman karna dia tidak menganggap seakan akan saya orang yang baru dia temui. Cara dia menanggapi orang pun baik, orang yang super supel yang pernah saya temui. Hati sayapun tergelitik untuk mengenal nya lebih jauh.
Hari demi hari pun berlalu. Saya semakin tertarik dengan lelaki tersebut. Tetapi.. semakin saya jauh lebih ingin mengenalnya semakin saya merasa saya bukan menjadi saya. Saya merasa bimbang setiap saat dia cuek dengan saya, saya merasa seperti perempuan yang sedang kekinian dengan sebutan galau atau baper. Sudah lama saya tidak merasakan apa itu rasanya galau atau bimbang karna masalah laki laki. Dan sekarang saya bimbang dengan apa yang harus saya lakukan. Karna saya jatuh cinta dengan seseorang yang mempunyai pribadi yang cuek. Atau bahkan saya merasa dia seperti saya.
Akhirnya saya mencoba untuk membicarakan hal ini dengan teman saya. Dia berkata bahwa saya hanya membuang buang waktu kalau memikirkan dia yang membuat saya galau dan bimbang. Tapi bagaimana? Rasa egois saya muncul dan saya tidak ingin melepaskan dia dan saya memilih untuk mengejar dia dan bertahan meski saya sering galau di buatnya.
Akhirnya saya mengerti kenapa saya merasa bimbang dan mudah galau. Saya cuma ingin perasaan saya berbalas dan saya ingin dia menjadi pasangan saya.
Disaat saya berfikir jernih, rasanya saya ingin merelakan semuanya dan pelan pelan menghindar daripada sakit. Tetapi disaat saya ingin melakukannya. Terbesit keinginan yang jauh lebih besar yaitu bagaimanapun caranya saya harus bisa mendapatkan dia apapun yang terjadi. Mungkin ini yang sering di bilang orang orang bahwa " love is blind " .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar